Search
  • Admin

Harta Karun Super Langka RI Sampai Miliaran Ton


Tak disangka-sangka, total potensi logam tanah jarang di Indonesia diperkirakan mencapai 1,5 miliar ton. Hal tersebut berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) per 2015, dikutip dari "Kajian Potensi Mineral Ikutan pada Pertambangan Timah" yang dirilis Pusat Data dan Teknologi Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM 2017.


"Lokasinya tersebar di Pulau Sumatera (Provinsi Kepulauan Bangka Belitung), Pulau Kalimantan (terutama Kalimatan Barat dan Kalimantan Tengah), Pulau Sulawesi dan Pulau Papua) dengan perkiraan total potensi mencapai 1,5 miliar ton," ungkap ringkasan eksekutif "Kajian Potensi Mineral Ikutan pada Pertambangan Timah" yang dirilis Kementerian ESDM pada 2017 lalu.


Dari ke-17 unsur logam tanah jarang tersebut, enam di antaranya sangat diperlukan untuk pengembangan kendaraan listrik, yaitu lanthanum (La), cerium (Ce), neodymium (Nd) untuk baterai, praseodymium (Pr), neodymium (Nd), terbium (Tb), dan dysprosium (Dy) untuk generator dan motor listrik.


"Perolehan LTJ akan jauh lebih besar jika dilakukan dari sejak hulu penambangan timah, mampu mencapai 74% pada tahun 2045, dan Indonesia diprediksi akan menjadi pesaing utama China dalam memenuhi demand dunia," tulis kajian tersebut.


Namun sayangnya, hingga saat ini Indonesia masih belum mengeksploitasinya.


sumber : https://bit.ly/3HE5ERW

2 views0 comments

Recent Posts

See All